This is default featured slide 1 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by Premiumblogtemplates.com

This is default featured slide 2 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by Premiumblogtemplates.com

This is default featured slide 3 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by Premiumblogtemplates.com

This is default featured slide 4 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by Premiumblogtemplates.com

This is default featured slide 5 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by Premiumblogtemplates.com

Saturday, July 2, 2016

Diawali dari munculnya Tielman Bersaudara yg merupakan anak2 dari Kapten KNIL asal kota Kupang yaitu Herman Tielman yg menikahi seorang wanita keturunan Belanda-Indonesia kelahiran Madiun yg tinggal di kota Semarang yaitu Flora Lorine Hess. Anak2 mereka diajari bermain musik sejak diusia dini dan memilih tinggal di kota Surabaya di era 40an. Ke 4 anak mereka mempunyai bakat musik yg luar biasa hingga akhirnya membentuk band yg awalnya dinamakan The Timor Rhythm Brothers. Saking cintanya kepada musik, sang ayah dan sang ibu menjadi manajernya yg menyertai mereka manggung di beberapa kota yang ada di Indonesia ini.

Ternyata kepopuleran nama Tielman bersaudara itu sampai di telinga presiden Soekarno yg mengundang mereka bernyanyi di Istana Negara di era 50an. Andy (Vokalis/Gitaris), Reggy (Gitaris), Phonton (Contra Bass) dan Loulou (Drummer) ternyata mempunyai skill yg menawan di jaman itu. Namun sayangnya kondisi politik di Indonesia kian memburuk hingga sang ayah menyuruh anak2nya pindah ke negara Belanda supaya karir musiknya bisa semakin bagus. Saat mereka hijrah ke kota Breda (Belanda) di thn 1956 namanya diubah menjadi The Tielman Brothers. Skill yg ditunjukkan oleh personil The Tielman Brothers betul2 memukau banyak orang di benua Eropa spt Belanda, Belgia, Austria, Swiss dan Jerman.

Saat The Tielman Brothers konser di kota Hamburg (Jerman), ternyata The Silver Beetles juga ikutan manggung disana. The Silver Beetles adalah cikal bakal band The Beatles dan saat itu John Lennon beserta Paul McCartney melihat aksi2nya The Tielman Brothers. Bahkan Paul McCartney tertarik dgn alat musik bass-nya Ponthon yaitu Violin Hofner yg akhirnya dipakai oleh Paul McCartney. Bahkan perusahaan gitar terkenal yaitu Fender sengaja merancang gitar khusus buat Andy Tielman. Dan The Tielman Brothers diperlakukan istimewa saat itu yaitu tinggal di kamar hotel dgn fasilitas yg wah, sedangkan The Silver Beetles di kasih ruangan kecil untuk penginapan mereka dgn fasilitas yg kurang bagus.

Namun sayangnya The Tielman Brothers tidak ditangani oleh manajer dari UK atopun US, hingga karirnya berjalan di tempat saja dan beda dgn The Beatles yang ditangani oleh manajer yg handal. Aksi Andy Tielman yg mengigit senar gitar pun ditiru oleh Jimi Hendrix. The Tielman Brothers pun namanya mulai merosot saat memasuki era 60an dan ketinggalan jauh dari The Beatles. Di era 60an, ada salah satu band instrumental yg cukup terkenal saat itu yaitu Arulan band yg didirikan oleh anak orang kaya yg bernama Sjahrul G. Basumi (Gitaris) yg mengajak beberapa temannya yaitu Wibisono (Bassis), Jarzuk (Keyboardis) dan Isa Tartiasa (Drummer). Arulan band memang terinspirasi dari band instrumental yg sangat terkenal di dunia saat itu yaitu The Shadows.

Arulan band memilih menjadi band pengiring penyanyi2 terkenal spt Broery Pesolima, Yanti Sisters, Titiek Puspa, Alfian, Ernie Djohan, Lilis Suryani, Teti Kadi dan Heni Purwonegoro yg sampai sekarang lagu2 mereka tetap dikenang selalu. Skill permainan gitar Sjahrul G. Basumi sangat bagus bersama Arulan band. Di thn 1964, Ada band cewek asal kota Surabaya yg mampu mencuri perhatian dgn skill mereka yg cukup bagus. Band ini didirikan oleh 4 cewek yg bernama Titiek Adji Rachman (Vokalis/Gitaris), Ani Kusuma (Gitaris), Lies Soetisnowati Adji Rachman (Bassis) dan Susy Nander (Drummer). Di thn 1965, Lies Soetisnowati Adji Rachman keluar digantikan oleh Titek Hamzah yg merangkap Vokalis dan Bassis.

Dara Puspita kebanyakan mendaur ulang lagu2 terkenal lainnya dan skill mereka yg bagus itu akhirnya membuat mereka bisa manggung di benua Eropa dan Asia lainnya. Di thn 1968, Dara Puspita sempat manggung di Iran, dan Moerdiono ditunjuk sbg juru bahasa bagi mereka. Pangeran asal Iran pun sampai menyanyikan lagu Burung Kakak Tua. Setelah dari Iran, Dara Puspita memilih manggung di negara Jerman dan Turki. Setelah itu mereka lanjut lagi ke negara Hungaria dan 2 manajer asal Inggris tertarik dgn penampilan Dara Puspita yg dikenalkan oleh seorang yg bernama Collin Johnson yg pernah menangani The Beatles. Namun sayangnya, karir Dara Puspita di Inggris kurang bagus dan mereka melanjutkan lagi manggung di negara2 lainnya spt Perancis, Belgia, Spanyol dan Belanda.

Terjadi perselisihan antar personil hingga membuat Titiek Hamzah keluar di Dara Puspita yg hendak pulang ke Indonesia. Saat pulang ke Indonesia, para personil Dara Puspita disambut dgn antusias oleh beberapa orang di akhir thn 1971. Baru saja datang ke Indonesia, Dara Puspita diajak manggung di Istora Senayan bersama Panbers, The Rollies, The Gembels, Yeah Yeah Boys, Vivi Sumanti dan Nindya Sisters dihadapan 23.000 penonton saat itu. Setelah itu, Dara Puspita sempat manggung di beberapa kota yaitu Malang, Bandung, Denpasar, Banyuwangi, Lumajang, Probolingggo, Kediri, Tulungagung, Madiun, Jember, Yogyakarta, Solo, Tasikmalaya, Tegal, Surabaya dan terakhir Jakarta di bulan Maret 1972. Dara Puspita sempat manggung di kota Manado dan Makassar hingga akhirnya bubar di thn 1974, karena Titiek Hamzah ngotot keluar dari Dara Puspita, meski sudah dirayu oleh Susy Nander supaya tetap bertahan.

Di thn 1967 ada sebuah band Rock dari Bandung yg bernama The Rollies yang didirikan oleh Deddy Stanzah dkk dan kebetulan rambut mereka keriting hingga dinamakan The Rollies. Lalu mereka merekrut Gito yg suka menyanyikan lagu2nya Tom Jones dan Engelbert Humperdink. Benny Likumahuwa gabung bersama The Rollies di akhir era 60an dan disinilah musik2 The Rollies semakin nge-Jazz, Blues dan Funk. Di thn 1971, The Rollies sempat manggung di Singapura dan Bangkok hingga memutuskan kembali ke Indonesia. Lalu setelah Deddy Stanzah keluar dan vokalisnya Gito sendirian, lama kelamaan The Rollies berubah menjadi band Rock di pertengahan era 70an. Di thn 1990, The Rollies bubar dan nama yg berkibar diantara semua personil, justru Gito Rollies yg sukses dgn solo karirnya. Lalu di Surabaya ada band Rock yg dibentuk di thn 1967 yg didirikan oleh Ucok Harahap dan namanya diambil dari nama toko milik ayahnya yg bernama Apotik Kali Asin.

Ucok Harahap mendirikan AKA bersama Syech Abidin, Soenata Tanjung, Harris Sormin dan Peter Wass yg tak lama kemudian digantikan Lexy Rumagit.  Karena aksi2 yg gila dipanggung hingga terkena ledakan granat, Lexy Rumagit akhirnya digantikan oleh Arthur Kaunang dan Harris Sormin keluar dari AKA karena depresi. AKA sering membawakan lagu2nya the Rolling Stones, The Doors, Deep Purple, Jimi Hendrix, Grand Funk Railroad dsb. Ucok Harahap melakukan aksi2 yg gila dalam pertunjukannya yaitu dicambuki algojo, memakan pecahan kaca, kakinya diikat dan dimasukkan peti, membawa ular besar dsb. AKA pun akhirnya ditawari oleh salah satu restoran di Singapura untuk bermain musik membawakan musik2 Blues dan Psychedelic Rock yg memberikan tantangan yg baru bagi mereka. AKA sukses membawakan musik2 Psychedelic Rock dan setelah itu tampil lagi di Tasikmalaya thn 1972, beberapa penonton tidak menyukai aksi gila Ucok Harahap namun berhasil mereka redam dgn musik2 Latin Rock ala Santana. Namun kerusuhan terjadi di Jogja thn 1974 saat manggung bersama Giant Step hingga peralatan musik mereka dihancurkan oleh penonton.

Di thn 1975, terjadi perselisihan antara Ucok Harahap dgn personil lainnya karena dinilai tidak fokus hingga Ucok Harahap mendirikan band sendiri bersama His Gang dan Soenata Tanjung, Syech Abidin beserta Arthur Kaunang mendirikan trio yg bernama SAS. Baru saja dibentuk, SAS mendapatkan banyak pujian dari 15.000 penonton yg hadir di Taman Ria Monas dan mereka tampil dalam duel Hard Rock bersama Giant Step di Istora Senayan. Ciri khas musik SAS dipengaruhi oleh musik2nya Grand Funk Railroad, Led Zeppelin, Deep Purple, tapi saat manggung justru teknik2nya mirip ke Progressive Rock spt ELP. SAS adalah salah satu band Rock yg bertahan di era 80an hingga akhirnya bubar di era 90an. Sebelumnya di Solo sebenarnya sudah ada band Rock yg bernama Trencem yg didirikan di thn 1959. Bambang SP Manahan, Bernard S. Parnadi, Bambang Dorn Dar, Bagong Indriyanto, Oen Damoera dan Oni Picauri mendirikan Trencem yg memainkan musik2 Rock kala itu. Trencem kala itu memainkan musik2 dari Guess Who, The Who, Jimi Hendrix dan tak lama kemudian juga merekrut personil baru yaitu Setiawan Djody meski hanya sebentar saja.

Gipsy adalah band Rock asal Jakarta yg didirikan di thn 1969 oleh Pontjo Sutowo, Joe Am Nasution, Gauri Nasution, Edi Odek dan Edit dengan memainkan lagu2nya the Rolling Stones. Memasuki era 70an, gaya2 Gipsy berubah ke Psychedelic dan mereka melakukan perombakan besar2an personilnya yaitu masuknya Chrisye sbg vokalis dan bassis, Keenan Nasution sbg drummer, Onan Soesilo dan Tammy Dausyah. Musik2 mereka pun merambah ke musik2 Blues dgn memakai peralatan alat musik yg bagus. Gipsy diajak Ibnu Sutowo manggung di kota Manhattan (USA) di thn 1972, tak lama kemudian mereka manggung di restoran Ramayana dan Gipsy sering menjadi band pengiring Bob Tutupoly. Di thn 1976, Guruh Soekarnoputra berkolaborasi dgn Gipsy hingga namanya menjadi Guruh Gipsy yg memadukan antara musik Rock dan musik tradisional Bali.

Powered by Blogger.